Staf Kedutaan Besar AS di Yordania Terpaksa Dievakuasi
Font Terkecil
Font Terbesar
INDOLIN.ID ■ Garda Revolusi menyatakan Selat Hormuz ditutup, mengancam akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.
IDF mengatakan telah mengenai peluncur rudal, pertahanan udara, dan pangkalan pasukan keamanan dalam serangan Iran terbaru.
Pejabat keamanan mengatakan yakin laju serangan rudal Iran akan mereda dalam beberapa hari mendatang.
Meski begitu, Kedutaan Besar AS di Yordania mengumumkan evakuasi sementara karena ancaman keamanan.
Pejabat setempat mengatakan, pihaknya telah mengevakuasi sementara stafnya karena ancaman yang tidak ditentukan.
"Sebagai tindakan pencegahan, semua personel di kedutaan AS telah meninggalkan kompleks kedutaan untuk sementara karena ancaman," demikian bunyi peringatan keamanan yang diposting di media sosial, pada Rabu (4/3).
Yordania termasuk di antara negara-negara di Timur Tengah yang telah menanggapi serangan balasan Iran terhadap kampanye gabungan AS-Israel yang menewaskan pemimpin tertingginya.
Media pemerintah Iran menerbitkan video yang diduga menunjukkan drone Angkatan Udara Israel ditembak jatuh di atas Iran.
Menurut kantor berita Tasnim, drone tersebut ditembak jatuh di atas Khorramabad.
Kantor berita tersebut mengidentifikasi drone tersebut sebagai model Hermes 450, meskipun rekaman tersebut tampaknya menunjukkan drone Heron.
Kemarin, kantor berita Mehr Iran menerbitkan sebuah video yang diklaim menunjukkan drone MQ-9 Reaper buatan Amerika ditembak jatuh di atas Iran, meskipun rekaman tersebut menunjukkan apa yang tampak seperti model Hermes 900 buatan Israel.
Kedua video tersebut tidak dapat segera diverifikasi, dan belum ada komentar dari militer Israel mengenai klaim tersebut.
Dalam perang 12 hari pada Juni 2025, Angkatan Udara Israel (IAF) mengakui kehilangan delapan drone di atas Iran. (*)
