Sekda Kepulauan Selayar Tepis Dugaan Penyimpangan Penyaluran Bantuan 8 M dari Gubernur Sulsel

 

INDOLIN.ID, SELAYAR – Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar masih terus melakukan validasi data jumlah korban terdampak gempa dan jenis serta besaran bantuan yang akan digelontorkan kepada korban terdampak gempa magnitudo 7,4 yang terjadi pada akhir tahun lalu. 

Korban terdampak yang terparah ada di Kecamatan Pasilambena, menyusul Kecamatan Pasimarannu, Kecamatan Pasimasunggu dan Takabonerate. 

Demikian dijelaskan oleh Drs. Mesdiyono, M., E.c., Dev, Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Kamis (20/1) menanggapi dan meluruskan adanya informasi tidak benar dan liar berbau hoaks mengenai bantuan 8 Miliar dari Gubernur Sulsel untuk perbaikan perumahan. 

"Ya, Tim Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar masih bekerja di wilayah pulau-pulau yang terdampak gempa, kita validasi dan cocokkan data nama dan jumlah yang akan diberikan pada setiap warga yang terdampak dan itu banyak yang  diverifikasi. Kalau dananya 8 M masih aman di kas daerah dan tidak akan kita salurkan, kalau tidak jelas siapa dapat berapa untuk membantu perbaikan rumah korban terdampak gempa kemarin, kan jelas to, semua harus ada proses validasi agar segera bisa tersalurkan. Sekali lagi saya sampaikan, kalau Tim kita masih bekerja dilapangan melakukan validasi data, kalaupun saat ini kita ketahui bersama cuaca diperairan Selayar sangat menghambat pergerakan tim ke pulau-pulau," jelas Mesdiono. 

Yang paling penting diketahui adalah bantuan Gubernur Sulsel senilai 8 Miliar masih aman tersimpan dan akan disalurkan jika proses validasi data kerusakan rumah-rumah terdampak gempa telah selesai. 

"Bantuan 8 Miliar ini akan disalurkan untuk membantu warga yang rumahnya rusak terdampak getaran gempa 7,4 magnitudo lalu," jelas Mesdiono. 

"Jadi tidak benar kalau ada yang menduga-duga ada penyimpangan dalam penyaluran bantuan 8 M dari Gubernur Sulsel, karena dananya masih tersimpan dan masih sementara berproses, Semua korban terdampak gempa akan dapat bantuan, dan kami masih menunggu hasil validasi data dari Tim yang masih bekerja dilapangan," imbuh Mesdiono. (Tim).