Rimso Maruli Sinaga Ingatkan Prabowo: Jangan Biarkan NKRI Terpecah oleh Konflik Politik
JAKARTA, INDOLIN.ID — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Berani Nusantara (DPP GBRAN), Rimso Maruli Sinaga, SH. MH, meminta Presiden Prabowo Subianto menjaga komunikasi dan persatuan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo demi stabilitas politik dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan tersebut disampaikan Rimso dalam pernyataan terbuka, pada Minggu (18/10/2026). Ia mengaku ingin menyampaikan pandangannya secara terbuka kepada Prabowo, bukan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika politik nasional.
Rimso menilai hubungan Prabowo dan Jokowi memiliki arti penting bagi kesinambungan pemerintahan dan agenda pembangunan nasional. Karena itu, ia meminta kedua tokoh tersebut tidak membiarkan perbedaan pandangan maupun provokasi pihak lain merusak hubungan politik yang telah terbangun.
"Pak Prabowo, ayo bangkit, rangkul dan bergandengan tangan. Jangan biarkan satu orang pun merongrong NKRI," kata Rimso dalam pernyataannya, hari ini.
Ia kemudian mengulas perjalanan politik Jokowi, mulai dari Wali Kota Solo, Gubernur DKI Jakarta, hingga Presiden RI. Menurut Rimso, perjalanan tersebut melibatkan dukungan dan kerja sama sejumlah tokoh politik, termasuk Jusuf Kalla, Megawati Soekarnoputri, dan Prabowo.
Rimso juga mengingatkan persaingan Prabowo dan Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2014 dan 2019 tidak semestinya menjadi alasan untuk mengabaikan hubungan baik di antara keduanya setelah kontestasi politik berakhir.
Ia menyinggung pernyataan Jokowi dalam debat Pilpres 2014 mengenai persahabatannya dengan Prabowo yang diibaratkan seperti rantai sepeda yang tidak akan putus, meskipun rantai sepeda itu kerap terlepas.
Bagi Rimso, pesan tersebut relevan dengan situasi politik saat ini. Ia menilai persatuan para pemimpin nasional diperlukan agar agenda pembangunan yang telah dirintis pemerintahan sebelumnya dapat dilanjutkan dan diselesaikan oleh pemerintahan Prabowo.
Soroti Dinamika Politik di Sekitar Presiden
Pada bagian lain, Rimso juga menyampaikan kekhawatiran terhadap dinamika politik yang, menurut pandangannya, berpotensi memperlebar jarak antara Prabowo dan Jokowi. Ia menduga ada pihak-pihak yang berupaya memperkeruh hubungan tersebut, meskipun tidak menyebutkan nama maupun bukti spesifik yang mendukung dugaan itu.
Ia meminta Presiden Prabowo mencermati berbagai perkembangan politik secara hati-hati, termasuk pihak-pihak yang dinilainya berpotensi memicu konflik di antara para pemimpin nasional.
Rimso turut menyoroti kritik dan penghinaan terhadap Prabowo maupun Jokowi yang menurutnya dapat memperburuk suasana politik apabila tidak disikapi secara bijaksana.
Ia mengingatkan bahwa perbedaan pendapat merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, tetapi persaingan politik tidak semestinya mengorbankan kepentingan bangsa.
"Bapak Presiden, tanyakan kepada hati nurani. Jangan biarkan kepentingan bangsa dan persatuan NKRI dikalahkan oleh kepentingan pihak-pihak tertentu," ujarnya.
GBRAN Dukung Pemerintahan hingga 2029
Dalam pernyataan itu, Rimso menegaskan GBRAN tetap mendukung pemerintahan Prabowo Subianto - Gibran Raka Buming Raka hingga akhir masa jabatan pada 2029. Ia menyebut dukungan tersebut sejalan dengan sikap yang, menurut keterangannya, disampaikan Jokowi selaku Ketua Dewan Penasihat GBRAN.
Rimso juga menyampaikan pandangannya mengenai kemungkinan Prabowo kembali berpasangan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2029. Namun, ia menegaskan keputusan mengenai kepemimpinan nasional pada periode berikutnya sebaiknya diserahkan kepada proses demokrasi dan kehendak rakyat.
Ia berharap Prabowo mampu merangkul berbagai kelompok, menjaga komunikasi dengan para pemimpin nasional, serta mengevaluasi persoalan yang dirasakan masyarakat.
Menurut Rimso, keberhasilan pemerintahan tidak cukup diukur dari dukungan politik pada awal masa jabatan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjawab persoalan rakyat dan menjaga kepercayaan publik.
Di akhir pernyataannya, Rimso menyebut pesannya kepada Prabowo merupakan refleksi pribadi sebagai seseorang yang pernah lima kali gagal dalam pencalonan bupati. Pengalaman itu, menurut dia, mengajarkannya untuk menerima hasil perjuangan dan tetap mengutamakan kepentingan yang lebih besar.
"Saya merindukan kedamaian dan kesejahteraan rakyat. Saya berharap Bapak Presiden mengevaluasi persoalan yang terjadi di masyarakat dan mengambil langkah terbaik untuk bangsa," kata Rimso.
Ia menegaskan GBRAN ingin melihat seluruh elemen bangsa kembali mengutamakan persatuan, menjaga stabilitas nasional, dan bekerja bersama demi kepentingan Indonesia. (gus)
