• Jelajahi

    Copyright © INDOLIN.ID | INDONESIA ONLINE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Menu Bawah

    2 Pelajar SD Pemalang Ditemukan Tewas Tenggelam

    INDOLIN.ID
    Selasa, 23 Maret 2021, 09.22 WIB Last Updated 2021-03-23T02:22:03Z
    2 Pelajar SD Pemalang Ditemukan Tewas Tenggelam

    INDOLIN.ID ■ Setelah melalui pencarian yang melibatkan berbagai pihak, 2 bocah yang di laporkan hilang sejak Minggu sore  kemarin, akhirnya berhasil di temukan di area galian c dukuh siali ali DS Surajaya, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang oleh warga setempat. 

    Namun naas, saat ditemukan dilahan galian C kondisi ke dua anak tersebut sudah dalam keadaan kaku dan nyawanya tak tertolong, pada Senin (22/03/2021) sekitar pukul 16.00 wib.

    Kedua bocah tersebut merupakan warga  RT 02/04 DS Surajaya dan saat ini masih berstatus sebagai pelajar SDN Surajaya 01.

    Korban masing-masing adalah Dimas bin Rajat merupakan siswa kelas 3 dan Helmi bin Edi H masih tercatat kelas 2 di sekolah tersebut.

    Suasana duka teramat mendalam bagi warga desa tersebut, terutama keluarga yang di tinggalkan. 

    Hingga berita ini dipublish, belum ada pernyataan resmi dari keluarga duka maupun pihak pemilik galian C dan dinas terkait.

    Warga setempat menduga kejadian tenggelamnya ke dua bocah naas tersebut kemungkinan akibat tidak memprediksi kedalaman air.

    2 Pelajar SD Pemalang Ditemukan Tewas Tenggelam

    "Kemungkinan besar mereka tidak bisa berenang, atau menolong salah satunya akibat terpeleset jatuh ke kubangan, hal itu serba mungkin," ucap Susanto, warga setempat kepada awak media.

    Guna memastikan sebab-sebab kematian terhadap 2 anak malang tersebut, kini kasusnya tengah di tangani oleh pihak Kepolisian Pemalang.

    Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga pernah menolak atas keberadaan proyek galian C tersebut. Warga menilai galian ini dirasakan makin mendekati lokasi perhunian penduduk. 

    "Saya meyakini kedepan akan membahayakan warga, selain itu tentunya akan berdampak pada lingkungan dan alam yang kurang baik," ujar Warto, warga setempat, pada saat itu.

    ■  Himawan
    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU