-->
  • Jelajahi

    Copyright © INDOLIN.ID | INDONESIA ONLINE
    Indolin id
    CLOSE ADS
    CLOSE ADS

    ECONOMY

    PPKM Dilonggarkan, Kementan Optimis Harga Cabai Kembali Normal

    INDOLIN.ID
    Kamis, 02 September 2021, 07.42 WIB Last Updated 2021-09-02T00:45:20Z

    INDOLIN.ID ■ Kementerian Pertanian telah mengantisipasi anjloknya harga cabai, salah satunya dengan menyerap langsung cabai dari petani. 

    Demikian disampaikan Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Bambang Sugiharto.

    Dia mengatakan, sejumlah strategi yang dilakukan Kementan ialah melakukan penyerapan langsung kepada petani di sejumlah daerah.

    Seperti diketahui, Cabai yang menjadi salah satu bahan pokok masakan sempat mengalami penurunan harga di tingkat petani dalam kurun waktu beberapa hari ini.

    Hari ini, Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Retno Sri Hartati Mulyandari, menerangkan sebab musabab dari penurunan harga cabai di tingkat petani.

    Dia mengatakan, penurunan harga cabai disebabkan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), yang menurutnya sangat mempengaruhi mobilitas di saat yang sama dengan masa panen bulan Juli-Agustus.

    Terkait dengan PPKM yang menjadi sebab utama harga cabai anjlok, Retno menyebut pembatasan mobilitas membuat beberapa sumber penyerapan dari komoditas pertanian, seperti katering untuk hajatan, restoran, sampai kegiatan pariwisata tidak bergerak seperti situasi normal.

    "Hal ini membuat stok cabai yang berlimpah, surplus mencapai 4.439 ton tidak terserap optimal ke pasar," kata Retno dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, pada Kamis(2/9).

    Kementerian Pertanian optimis harga cabai masih bisa kembali bangkit. Pasalnya, aturan PPKM mulai berangsur dilonggarkan pemerintah, sehingga daya serap pengusaha terhadap hasil pertanian cabai dari petani bisa kembali meningkat.

    "Perlu diketahui untuk cabe ini dia tidak hanya panen sekali (dalam setahun). Saat ini dia panen dalam kondisi surplus harga turun, tapi dia masih punya kesempatan untuk untung di panen berikutnya InshaAllah," kata Retno. (**)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU