-->
  • Jelajahi

    Copyright © INDOLIN.ID | INDONESIA ONLINE
    Indolin id
    CLOSE ADS
    CLOSE ADS

    ECONOMY

    Hukum Mandi Wajib Setelah Sahur, Apakah Haram?

    INDOLIN.ID
    Selasa, 05 April 2022, 08.40 WIB Last Updated 2022-04-05T01:40:34Z

    Memasuki awal Ramadhan kadang banyak hal yang masih jadi pertanyaan salah satunya hukum mandi wajib setelah sahur.

    Apakah hukum mandi wajib setelah sahur itu haram karena sedang dalam keadaan junub? Dan benarkah bisa pula membatalkan puasa kita?

    Sekelumit pertanyaan itu selalu menghantui karena tak sedikit masyarakat yang belum paham soal hukum mandi wajib setelah sahur itu.

    Wajar akhirnya masyarakat utamanya kaum muslimin kerap kali mempertanyakan hal tersebut kepada yang lebih mengerti seperti Kiai, Ulama, hingga Ustadz.

    Tujuannya tiada lain dan tiada bukan ingin mengetahui apa sebenarnya hukum dari mandi wajib setelah sahur dari perspektif agama Islam.

    Di bulan Ramadhan, ada sebagian di antara kita yang terkadang sengaja tidak mandi junub hingga sahur selesai. Bahkan sampai waktu Subuh tiba.

    Alasannya pun beragam, baik karena terlalu dingin atau sebab lainnya. Padahal kita hendak menjalani puasa. Tapi baru mandi setelah Sahur atau adzan Subuh.

    Dalam keadaan demikian, apakah puasa kita tetap sah meskipun belum mandi junub hingga subuh?

    Melansir laman Kementerian Agama, menurut para ulama, bagi orang yang junub di waktu malam di bulan Ramadan, maka boleh baginya mandi junub setelah fajar atau setelah waktu subuh tiba.

    Tidak masalah bagi seseorang mandi junub atau mandi haid setelah Subuh, puasanya tetap dinilai sah.

    Oleh karena itu, jika kita belum mandi junub hingga waktu Subuh, maka hal itu dibolehkan dan puasa kita tetap dinilai sah.


    Meskipun demikian, tetap yang lebih utama adalah mandi junub sebelum waktu Subuh agar kita bisa memulai puasa dalam keadaan suci hari hadas besar.

    Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Wahbah Al-Zuhaili dalam kitab Al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut:

    Artinya: Barangsiapa di waktu Subuh masih junub atau perempuan haid yang sudah suci sebelum fajar, kemudian keduanya tidak mandi kecuali setelah fajar, maka puasa pada hari itu sudah mencukupi bagi keduanya.

    Kebolehan belum mandi junub hingga Subuh ini berdasarkan perbuatan Nabi Saw. Beliau pernah menunda melakukan mandi junub hingga Subuh, dan kemudian beliau berpuasa.

    Ini menjadi dasar kebolehan menunda mandi junub setelah fajar atau Subuh. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari dan Muslim, dari Sayidah Aisyah dan Ummu Salamah;

    Sesungguhnya Nabi Saw pernah ketika waktu Subuh dalam keadaan junub dari jimak, kemudian beliau mandi dan berpuasa. Hadis diriwayatkan Imam Al-Bukhari dan Muslim.

    Dan Imam Muslim menambahi dalam hadis yang bersumber dari Ummi Salamah: ‘Dan Nabi Saw tidak mengqada puasanya. (*)

    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU