Kapal Fajar Ilahi Tenggelam di Perairan Sekitar Latondu Kecil, Begini Kronologinya

 

INDOLIN.ID, SELAYARKM. Fajar Ilahi yang memuat kopra dari Latokdok Pulau Kalaotoa Kecamatan Pasilambena menuju Benteng Ibukota Kabupaten Kepulauan Selayar tenggelam di sekitar pulau Latondu Kecil, Kecamatan Takabonerate. 

Kapal naas tersebut tenggelam pada Minggu (23/1/2022) sekitar pukul 14.00 Wita. Sementara 5 orang ABK KM. Fajar Ilahi berhasil diselamatkan ke pulau Rajuni. Kelima ABK tersebut masing-masing Juragan Kapal Amiruddin, Abk Munir (35), Ardi (25), Rusdin (21), Kelfin (16). dan Tim.

Camat Pasilambena Patta Bau, S. Sos. M.Si., yang dikonfirmasi awak media membenarkan kejadian tersebut. 

Ia mengatakan, KM. Fajar Ilahi milik H. Denri, memuat kopra dari Latokdok menuju Benteng Selayar, namun dalam perjalanan kapal tersebut dihantam ombak dan gelombang tinggi dan akhirnya tenggelam. 

Kelima ABK KM. Fajar Ilahi berhasil diselamatkan oleh nelayan pulau Rajuni, setelah sebelumnya dilaporkan oleh Camat Pasilambena ke Kapolsek Taka Bonerate. 

Sementara itu, Kapolsek Takabonerate Iptu Hasan, S. Sos., yang dikonfirmasi pada Minggu (23/1/2022) menjelaskan kronologi kejadian tenggelamnya KM. Fajar Ilahi. 

Pada hari Kamis, 20 Januari 2022, pukul 06.00 Wita, KM. Fajar Ilahi berangkat meninggalkan Desa Karumpa Kecamatan Pasilambena menuju Desa Rajuni Kecamatan Taka Bonerate dan tiba di Desa Rajuni pada hari Jumat, 21 Januari 2022 pada pukul 05.00 Wita untuk berlindung karena cuaca buruk.

Kemudian pada hari Ahad, tanggal 23 Januari 2022 pukul 08.00 Wita KM. Fajar Ilahi berangkat menuju Pattumbukang, namun pada saat perjalanan kapal tidak mampu berlayar karena ada kendala pada mesin sehingga kapal kembali ke Desa Rajuni.

Pada saat KM. Fajar Ilahi kembali ke Desa Rajuni, kapal tidak bisa dikendalikan karena mesin mati dan akhirnya menabrak karang di pulau Latondu Kecil pada pukul 14.00 Wita.

Selanjutnya, seluruh ABK KM. Fajar Ilahi diselamatkan oleh nelayan Desa Rajuni atas nama Aco yang pada saat itu sementara memancing disekitar perairan Desa Latondu.

"Kapal dan muatannya sudah tidak bisa diselamatkan karena sudah tenggelam, hanya tiang kapalnya saja yang muncul dipermukaan air," jelas Ipda Hasan. (Tim).