• Jelajahi

    Copyright © INDOLIN.ID | INDONESIA ONLINE
    Best Viral Premium Blogger Templates

    DAERAH

    Sebarkan Foto Syur Mantan, Remaja ini Menyesal di Persidangan

    INDOLIN.ID
    Senin, 09 Agustus 2021, 19.00 WIB Last Updated 2021-08-09T12:00:22Z

    INDOLIN.ID ■ Pemuda asal Denpasar, berinisial I Ketut BAP yang berusia 23 tahun baru mengakui penyesalannya saat diadili terkait kasus ITE dan UU Pornografi dengan menyebarkan foto syur mantan pacar ke medsos.

    Dalam sidang melalui layar monitor, Ni Putu Evi Widhiarini,SH selaku jaksa penuntut umum menjelaskan dalam dakwaan, bahwa perbuatan terdakwa diawali dengan diketahuinya oleh korban berinisial KR yang melihat ada akun Instagram yang memakai Foto dan Nama dirinya.

    Itu diketahuinya dari teman korban dan baru dicek pada 28 September 2020. Setelah dilacak, akun yang memakai namanya itu memang memuat postingan berupa foto dan video yang pernah dikirim secara pribadi via Whatsapp kepada terdakwa. 

    Korban yang sebelumnya pacar terdakwa mengaku tidak pernah memberi izin kepada siapa pun termasuk terdakwa untuk membuat akun instagram mengatasnamakan dirinya, dan 
     mengunakan fotonya untuk diunggah pada akun instagram tersebut.  

    "Menurut saksi korban dalam laporannya, bahwa terdakwa kemungkinan melakukan hal itu lantaran tidak terima karena mereka putus. Pelapor menyebut putusnya hubungan mereka lantaran kedua orang tua tidak merestui," kata Jaksa dalam dakwaannya. 

    Dengan adanya akun instagram tersebut, saksi merasa malu dan  mendapat cibiran dari keluarga serta lingkungan banjar, termasuk teman-teman. Atas dasar tersebut, Saksi KR melaporkan kasus ini ke Polisi karena merasa nama baiknya dicemarkan.

    Dalam dakwaan, Jaksa Evi dihadapan majelis hakim yang diketuai Angeliky Handajani Dai,SH.,MH menjerat terdakwa Pasal 51 ayat (1) UU RI No.19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dengan ancaman pidana penjara maksimal selama 12 tahun.

    "Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum melakukan manipulasi, penciptaan, perubahan, penghilangan, pengrusakan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik Dengan tujuan agar Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik tersebut dianggap seolah-olah data yang otentik," tulis JPU dalam dakwaan. (*Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Berita Terbaru