INDOLIN.ID ■ BENGKULU — Penawaran paket seragam dan perlengkapan sekolah bagi calon siswa baru MAN 1 Bengkulu senilai Rp3,6 juta hingga Rp3,8 juta menuai keluhan dari sejumlah wali murid. Mereka menilai biaya tersebut memberatkan, sementara pihak sekolah membantah adanya kewajiban membeli paket dari penyedia tertentu.
Sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan penawaran paket seragam dan perlengkapan sekolah yang nilainya mencapai jutaan rupiah menjelang tahun ajaran baru. Mereka menilai pembelian perlengkapan seharusnya dapat disesuaikan dengan kemampuan ekonomi keluarga, terlebih sebagian barang dinilai masih dapat digunakan.
"Kami bukan menolak membeli seragam, tetapi kalau harus mengeluarkan jutaan rupiah sekaligus tentu sangat berat. Apalagi ada perlengkapan yang sebenarnya sudah kami miliki," kata salah seorang wali murid, kepada media ini, pada Senin (6/7).
Beberapa orang tua juga mempertanyakan mekanisme pengadaan seragam. Mereka menyebut sekolah merekomendasikan satu penyedia yang hanya menawarkan pembelian dalam bentuk paket, meski pihak sekolah menyatakan pembelian tidak bersifat wajib.
"Kalau memang bebas membeli di mana saja, mengapa ketika datang ke penyedia yang direkomendasikan justru diwajibkan mengambil paket lengkap?" ujar wali murid lainnya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, nilai paket perlengkapan siswa laki-laki sekitar Rp3,6 juta, sedangkan paket siswi sekitar Rp3,8 juta. Paket tersebut mencakup berbagai jenis seragam, jaket, pakaian olahraga, atribut pramuka, sepatu, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala MAN 1 Bengkulu, Hendri Kuswiran, kepada awak media membantah sekolah mewajibkan pembelian paket seragam dari penyedia tertentu.
"Kami tidak mewajibkan siswa membeli seragam dalam bentuk paket. Siswa bebas membeli di mana saja sesuai kemampuan masing-masing. Bahkan jika memiliki seragam yang masih layak pakai dari kakak atau kerabat, itu tetap boleh digunakan," katanya.
Hendri menambahkan sekolah juga membuka peluang bantuan bagi keluarga kurang mampu melalui program bantuan dari BAZNAS, dengan melampirkan surat keterangan tidak mampu.
Pihak sekolah menegaskan tidak ada aturan yang mewajibkan siswa baru membeli paket seragam bernilai jutaan rupiah sebagai syarat mengikuti pendidikan di MAN 1 Bengkulu.
Hingga berita ini publish, masih banyak dari orang tua murid yang mempertanyakan apakah pembelian paket benar-benar menjadi syarat secara de facto meski tidak tertulis?
Sementara hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu sebagai instansi yang membawahi MAN 1 Bengkulu. (Hd)



