JAKARTA, INDOLIN.id — Palang Merah Indonesia (PMI) DKI Jakarta dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta mendorong warga meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk dan pemantauan jentik di tingkat rumah tangga sebagai bagian dari upaya mencegah penyakit dengue.
Kampanye pencegahan tersebut digelar dalam kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di kawasan Bundaran HI, Jakarta, Minggu (27/9), dengan mengusung tema “Satu Rumah, Satu Jumantik, Zero Jentik”.
Ketua PMI DKI Jakarta Beky Mardani mengatakan pencegahan dengue perlu dimulai dari lingkungan rumah melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus.
Langkah tersebut meliputi menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air serta mendaur ulang atau memanfaatkan kembali barang yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Beky mengatakan pemeriksaan dan pemberantasan jentik perlu dilakukan secara rutin setidaknya sekali dalam sepekan, tidak hanya di rumah tetapi juga di sekolah, perkantoran dan ruang publik.
“Melalui konsep ‘Satu Rumah, Satu Jumantik’, setiap keluarga diajak memiliki anggota keluarga yang berperan sebagai juru pemantau jentik dengan rutin memeriksa tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” kata Beky.
Selain PSN 3M Plus, edukasi juga mencakup penggunaan kelambu, lotion antinyamuk dan upaya menjaga kebersihan lingkungan untuk mengurangi risiko berkembangnya nyamuk pembawa dengue.
Kampanye tersebut didukung oleh Takeda, Enesis dan Pertamina sebagai bagian dari kolaborasi antara pemerintah, PMI dan sektor swasta dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan dengue.
PMI DKI Jakarta juga mengatakan edukasi tersebut merupakan bagian dari Mosquito-Borne Disease Prevention Program (MDPP) yang telah dilaksanakan di sejumlah wilayah Jakarta.
Menurut PMI, program edukasi PSN 3M Plus melalui MDPP telah menjangkau 178.358 orang di Kelurahan Balekambang dan Pekayon di Jakarta Timur serta Pengadegan dan Pejaten Timur di Jakarta Selatan.
Kegiatan di HBKB dikemas melalui edukasi interaktif, pemeriksaan kesehatan gratis dan aktivitas yang ditujukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan dengue.
PMI mengatakan pendekatan berbasis rumah tangga diperlukan karena pengendalian tempat berkembang biak nyamuk membutuhkan pemeriksaan lingkungan secara rutin.
Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dan mengurangi potensi tempat berkembang biaknya nyamuk di lingkungan permukiman Jakarta. (Jamira)


