-->
  • Jelajahi

    Copyright © INDOLIN.ID | INDONESIA ONLINE
    Indolin id
    CLOSE ADS
    CLOSE ADS

    ECONOMY

    Gandeng Kesbangpol, Satgas TMMD Ke- 111 Selayar Gelar Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara

    INDOLIN.ID
    Senin, 28 Juni 2021, 19.41 WIB Last Updated 2021-06-28T12:41:24Z

    INDOLIN.ID ■ Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 111 Kodim 1415/Selayar, Gelar Penyuluhan Pengawasan Pembangunan (Wasbang) dan Bela Negara yang berlangsung di UPT SD Negeri 5 Kepulauan Selayar, Dusun Bitombang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Senin (28/6/2021) Pagi.

    TMMD ke - 111, Tahun Anggaran 2021 Kodim 1415/Selayar dengan Tema "TMMD Wijud Sinergi Membangun Negeri" dengan pemateri, Sekretaris Badan Kesbangpol,
    Drs.Taufiq Nur Haras M.Ed, Dev.

    Hadir dalam kegiatan ini Kasdim 1415/Selayar, Mayor Inf. Abdul Rasyid, S. MO, Bati Ter, Pelda Okmin, Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs.Taufiq Nur Haras M.Ed, Dev, Kepala lingkungan Bitombang, Suding Alatas dan beberapa masyarakat Bitombang.

    Penyuluhan Wasbang dan Bela Negara yang diselenggarakan Satgas TMMD Ke 111 di bawakan Sekretaris Badan Kesbangpol, Drs.Taufiq Nur Haras M.Ed, Dev tetap menerapkan protokol kesehatan.
      
    Kasdim 1415/Selayar, Mayor Inf. Abdul Rasyid , S. MO dalam sambutannya mengatakan, Program ini merupakan bagian dari program dari TMMD ke - 111 Tahun 2021.

    Pelaksanaannya terbagi menjadi 2 bagian yakni, program Fisik dan Non Fisik salah satunya yang akan kita laksanakan yakni penyuluhan tentang Hukum.

    "Disampaikan bahwa awal mula negara kita ini terdiri dari berapa kerajaan, salah satunya di Kabupaten Selayar ini jadi kita sebagai warga Selayar harus bangga karena kita merupakan daerah bagian dari kerajaan yang berjuang demi kemerdekan Indonesia," ucapnya.

    Salah satu poin yang dibawakan oleh pemateri  Drs.Taufiq Nur Haras M.Ed, Dev diantaranya, kita harus kuat dan jangan mudah di adu domba oleh negara luar (asing), mari kita bersatu untuk mempertahankan negara kita yang tercinta.

    "Kita kembali ke sejarah setelah kita merdeka sebelumnya kita merupakan negara kerajaan dan pada saat itu kita di perkuat oleh ulama-ulama, namun setelah di rumuskan tidak di jadikan negara islam, namun menjadi negara Republik," urainya.

    ■ TMC
    Komentar

    Tampilkan

    BERITA TERBARU